NuffNang

Nuffnang

Translate

Saturday, March 16, 2013

Melampau! - Pengganas Sulu Meminta Bantuan Indonesia Untuk Menakluki Malaysia?

Berita terkini yang dipaparkan oleh Media Indonesia menunjukkan yang sultan pengganas sulu ingin meminta bantuan daripada kerajaan Indonesia dalam menakluki Sabah dan Sarawak. Tetapi saya yakin dengan kebijaksanaan pemimpin kita DS Najib dalam menangangi isu ini. Berikut adalah paparan penuh laporan media tersebut.

Konflik Sulu (1)

Sultan Sulu: Kami ingin bergabung dengan Indonesia

Reporter : Faisal Assegaf
Jumat, 15 Maret 2013 07:00:00 lahad datu. ©google maps
1238
 


Sultan Sulu Muizul Lail Kiram mengaku sangat frustasi terhadap konflik perebutan Sabah dan Serawak dengan Malaysia. Sebab itu, dia meminta bantuan Indonesia buat merebut kembali wilayah di utara Pulau Kalimantan itu.

"Saya akan menyerahkan kedaulatan Sulu kepada Indonesia asal Indonesia mau membantu mengembalikan Sabah dan Serawak kepada kami," kata Sultan Muizul. Dia mengoreksi namanya bukan Sultan Mudarasulail Kiram.

Menurut dia, Mudarasulail adalah orang mengklaim sultan Sulu. Aslinya dia bernama Faizal Abdul Naim, warga negara Malaysia asal Malaka.

Berikut penuturan Sultan Muizul Lail Kiram saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Kamis (14/3).

Jadi apa rencana Anda selanjutnya?

Saya hari ini ada di Ibu Kota Manila. Mungkin besok saya akan bertemu Presiden Benigno Aquino III. Saya akan minta kepada dia untuk segera mengakhiri konflik di Sabah Saya yakin Presiden Aquino akan menanggapi permintaan itu karena orang Sulu warga Filipina.

Anda jadi minta bantuan kepada pemerintah Indonesia?

Saya tidak punya akses ke sana, tapi saya mendesak saudara kami di Indonesia untuk segera membantu kami. Saya memohon kepada Yang Mulia Presiden Indonesia (Soesilo Bambang Yudhoyono) untuk menolong kami.

Kenapa Anda minta bantuan kepada Indonesia?

Saya kemarin (dua hari lalu) melihat dokumen perjanjian Mafilindo, isinya pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap Sabah dan Serawak.

Lalu apa tawaran Anda buat pemerintah Indonesia?

Saya ingin bergabung dengan Indonesia. Saya akan menyerahkan kedaulatan Sulu kepada Indonesia asal Indonesia mau membantu mengembalikan Sabah dan Serawak kepada kami.

Bukankah lebih baik bergabung dengan Malaysia?

Malaysia munafik, sedangkan Indonesia berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam.

Bukankah Islam agama resmi di Malaysia, sedangkan di Indonesia ada lima agama lain selain Islam diakui?

Islam di Malaysia hanya sekadar kata-kata tapi perbuatan mereka tidak Islam.

Anda kedengarannya frustasi?

Saya memang frustasi karena itu saya sangat mengharapkan bantuan dari Indonesia.

Sumber : http://www.merdeka.com/khas/kami-ingin-bergabung-dengan-indonesia-wawancara-sultan-sulu-1.html

Bagi saya, kerajaan kita mempunyai hubungan yang baik dengan Filipina dan juga Indonesia. Cuma ada segelintir pihak yang berkepentingan, amat gemar untuk melihat negara Malaysia hancur. Parti pembangkang di Malaysia juga harus dipersalahkan kerana tidak patriotik dan amat gemar memburukkan Malaysia di mata dunia. Orang seperti Anwar Ibrahim tidak sepatutnya dilepaskan semasa Tun Abdullah Ahmad Badawi menjadi PM dahulu. ISA tidak sepatutnya di mansuhkan walau dalam apa jua keadaan dan tekanan sekalipun. Ianya perlu ada demi keselamatan negara kita dari orang seperti Anwar Ibrahim dan juga sekutu DAP. Saya harap semua orang akan sedar yang Anwar Ibrahim ini adalah orang yang paling gila untuk berkuasa dan sanggup melakukan apa saja termasuk melacurkan negara kita demi kepentingan politik. Ya Allah, selamatkanlah negaraku ini. Amin.

Senator Filipina Cuba Menyalahkan Pihak Berkuasa Malaysia.

Seorang senator Filipina yang secara terang-terangan menyalahkan negara kita dalam cubaan menyelesaikan isu percerobohan pengganas sulu. Dia juga mencadangkan tindakan 'ringan ketenteraan' dibenarkan oleh undang-undang antarabangsa dalam menyelamatkan penduduk Filipina yang hendak lari dari sabah dan kembali ke tanah air mereka. Adakah ini bermakna beliau mencadangkang kerajaan Filipina untuk mencampur tangan dalam isu ini secara paksa? Tindakan beliau ini yang cuba memburukkan Malaysia di mata dunia adalah sesuatu yang tidak sepatutnya berlaku. Sebagai orang yang berpendidikan dan mempunyai akal, beliau sepatutnya sedar yang pihak pengganas sulu yang memulakan serangan tersebut. Mereka yang menceroboh dan mereka yang memulakan tembakan terlebih dahulu.

Senator Miriam Defensor-Santiago. 

Sebenarnya, walau apa pun alasan yang diberikan, orang hanya akan mendengar apa yang hendak didengarinya sahaja. Tetapi dalam kes ini, kami melindungi hak dan kedaulatan negara kami. Sesiapa yang cuba mengganggu gugat keselamatan penduduk negara kami, kami tidak akan bertolak ansur. Ini adalah satu titik tolak di mana semua rakyat Malaysia akan bersatu dan mengenepikan fahaman politik demi kedaulatan negara. Bumi Malaysia ini milik Allah yang telah di amanahkan kepada kami untuk dijaga dan di makmurkan. Kami akan jaga bumi Allah ini dengan sebaik yang mungkin. Jika ada sesiapa yang cuba mencabuli kedaulatan kami, anda akan berdepan dengan seluruh rakyat Malaysia.

Berikut adalah kenyataan penuh beliau di dalam media filipina tersebut.

UNDER CERTAIN CONDITIONS

‘Limited force’ could be used to rescue Filipinos in Sabah, says Santiago

By


MANILA, Philippines —The Philippines may use “limited force” against Malaysia if the  lives of Filipinos caught  in the middle  of a violent dispute in Sabah are in danger, Senator Miriam Defensor-Santiago said  on Friday.

While the use of law is prohibited under international law, Santiago said there are certain conditions that allow a state to use a “limited  force”   to protect and save the lives of its nationals.

“International law prohibits the use of force.  But there is an unwritten exception which allows states to protect or rescue their nationals by means of armed forces in the territory of another state,”  she said before the annual convention of the Association of Nursing Service Administrators Philippines held at the Manila Hotel.

“However, this exception should not be invoked, unless the Philippines has to carry out rescue operations,” said Santiago, a judge-elect at the International Criminal Court.

Santiago said among the pre-conditions that the  Philippine must first observe before  undertaking rescue operations in Malaysia are the following:
  • The lives of Filipino nationals should be genuinely in danger
  • Malaysia is unwilling or unable to ensure the safety of the persons concerned
  • The Philippines does not pursue any other purpose at the occasion of the operation
  • The scale and effects of the military force used are adequately measured to the purpose and conditions of the operation.
Asked  later during a press conference if the present  situation  in Sabah  warrants  the  Philippines’ use of  a limited force against  Malaysian authorities, Santiago said, “ According to the preconditions that are available, then the   Philippines could go to war in a limited sense as long as  these preconditions are met…”

“So as long as we meet these conditions under international law, we can avail of the exemption that allows us to use limited force to rescue Filipinos. We should have rescue operations there if the Filipinos are in danger of losing their lives,” she said.

Under international law, Santiago said, the  states in  conflict  with each other must avail  only peaceful means of settlements  of dispute.

“Meaning to say that war is considered illegal under international law for proving that a state has the right of sovereignty over a certain territory…That  of course applies to the dispute in Sabah by the Philippines and Malaysia,” she pointed out.

But the senator pointed out   how Malaysia stood  firm in sending first Filipinos out of Sabah before discussing any means  of settlement to end the dispute.

This attitude  by Malaysia, she said, was not approved by the international law.

“That’s is not provided for  by international law. If Malaysia insists that first Filipinos should all get out of Sabah then it will be willing to discuss any means of settlement of dispute, I’m afraid that Malaysia will be in danger   of being branded as a rouge state by the international community. That behavior is not anticipated and is not approved of by international law,” she said.

But  before  the  Philippines  takes  any action against  Malaysia, Santiago proposed the appointment of a third-party that would investigate  the recent spate of violence  in  Sabah.

When Congress opens in July, the senator said she would file a resolution expressing the sense of the Senate that President Benigno Aquino III should invite  Malaysia to agree  to an investigation by a third-party.

Santiago said the third-party could be a former prime minister or president of Southeast Asian Nations.
Source : http://globalnation.inquirer.net/69171/limited-force-could-be-used-to-rescue-filipinos-in-sabah-says-santiago

P/S : None of this would happen if Philippines is much prosper than Malaysia. The Philippines government should take the blame because they failed to take care of their own problem and none of the Filipinos immigrant would come to our country for work.

Thursday, March 14, 2013

18SG - Video Polis Yang Dibunuh - Siri II.

Ok, ini adalah jawapan yang telah saya terima daripada para pembaca mengenai video anggota polis yang telah dibunuh dan diseksa oleh pengganas sulu tersebut.

Daripada 73 pembaca yang telah meminta melalui e-mail video polis yang dibunuh tersebut, hanya 63 sahaja yang telah mengirim kembali maklum balas mengenai video tersebut. Saya telah mengirim video tersebut beserta nota sisipan yang berbunyi : -

Dear sir / mdm,

Please
watch the recording with full sense of responsibility. I have yet to get confirmation on the recording. But a reader has made a confession that is his brothers friend when they train together in Pulapol camp. If you can confirm the recording, please mail me the confirmation. Police denied this, saying they were videotaping of columbian drug criminals and try to control the situation. But you're smart, make your own assessment.

Thank you.
 
Salam saudara / Saudari,

Sila lihat rakaman tersebut dengar rasa penuh tanggungjawab. Saya belum lagi dapat pengesahan sahih mengenai rakaman tersebut. Tetapi ada seorang pembaca telah membuat pengakuan yang ianya adalah kawan kepada abang kandungnya yang pada ketika itu sama-sama berlatih di kem Pulapol dahulu. Ada seorang pembaca lagi telah memberitahu yang ianya adalah gambar koperal samad. Jika saudara dapat mengesahkan rakaman tersebut, sila mailkan kepada saya pengesahan itu. Anda bijak, buatlah penilaian sendiri.

Terima kasih.

Terima kasih saya ucapkan kepada para pembaca yang sudi membalas semula e-mail pengesahan yang saya minta. Inilah yang dikatakan pembacaan yang berhemah dan bertanggungjawab. Pada ketika saya menulis artikel ini, masih lagi ada e-mail yang masuk ke dalam inbox saya untuk meminta salinan video tersebut.

Berikut adalah keputusan berdasarkan maklum balas para pembaca. Berdasarkan kepada pemerhatian dan maklum balas para pembaca, majoriti mengesahkan ianya adalah video rakaman kekejaman ke atas polis di mexico.

Tetapi ianya tidak dapat menangkis kebenaran bahawa ada anggota polis kita yang di dibunuh dengan kejam dan mayat mereka diseksa setelah dibunuh. Ini adalah berdasarkan laporan daripada wartawan di tempat kejadian yang melaporkan pengganas sulu ini gemar menyeksa mayat anggota polis kita dan mengganggap mereka ini seperti bangkai.

Berikut adalah kenyataan daripada wartawan Harian Metro (artikel penuh disini);

"Pengganas Sulu dilaporkan sanggup memenggal kepala, mencungkil mata dan mengerat badan seperti dilakukan ke atas anggota keselamatan kita yang terbunuh dalam dua kejadian berasingan pada 1 dan 2 Mac lalu."

Ada juga daripada portal Berita Semasa yang mempunyai analisa menarik berserta gambar organ dalaman anggota polis kita yang telah dikeluarkan oleh pengganas sulu ini.

Sumber : Berita Semasa.



Baca artikel penuh disini.

Berikut adalah laporan daripada Akhbar utama negara kita Utusan Malaysia :

"Apa kita mahu buat dengan bangkai-bangkai ini? Sudah aku tatak (penggal) kepala mereka."
 
Itu adalah antara kata-kata penuh penghinaan dan biadab pengganas Sulu selepas membunuh anggota keselamatan negara dalam serangan hendap di Kampung Simunul, di sini 2 Mac lalu.

Sumber : Berita Semasa - Utusan Malaysia.
Saya tahu ramai yang tidak berpuas hati dan berasa marah dan dicampur dengan semangat patriotik yang membara yang ingin di lepaskan. Tetapi lepaskan kepada mereka yang berkenaan sahaja! Jangan dilepaskan kepada orang yang tidak bersalah. Siasat siapa dalang dan punca mengapa pengganas sulu ini menjadi anjing dan sanggup mati katak kerana cita-cita yang sia-sia. Sumber dari luar negara telah banyak menyiarkan artikel yang mengatakan pihak pembangkang juga mungkin ada terlibat di dalam kejadian pencerobohan ini.

Demi semangat patriotik yang cintakan negara, kita jangan berpeluk tubuh dan membiarkan hanya anggota keselamatan kita sahaja yang berperang. Kita juga harus memainkan peranan dengan menjadi mata dan telinga kepada kerajaan.

Satu lagi anjing bangsat yang bernama Tian Chua juga harus di hadapkan kepada mahkamah dan dilucutkan kewarganegaraan beliau. Itupun kalau Menteri Dalam Negeri DS Hishammuddin ada 'keberanian' hendak berbuat demikian. Ini bukan soal populariti DS, ini soal kedaulatan negara. Kita tidak perlukan anjing seperti ini di dalam negara kita. DS jangan takut, angkat kembali keris melayu dan buktikan kepada kami yang DS adalah pejuang yang layak untuk mempertahankan nasib rakyat negara ini.

Sunday, March 10, 2013

Lahad Datu, Kesultanan Sulu dan Kedaulatan Negara. - Siri II.

Kelmarin pihak kesultanan sulu mencadangkan gencatan senjata, tetapi pada hari ini mereka telah menembak dua anggota sehingga mengakibatkan kecederaan. Bagi saya, ianya adalah satu lagi helah mereka untuk membuatkan anggota kita menghela nafas lega. Tetapi mujurlah anggota kita sentiasa peka dengan keadaan dan kejadian yang telah berlaku sebelum ini. Syukur Alhamdulillah kerana tiada anggota kita yang terkorban.

Perdana Menteri kita telah membuat keputusan yang bijak dengan menolak gencatan senjata tersebut. Amaran yang berbunyi "...sama ada mereka mati ditembak atau menyerah diri..." merupakan satu green light kepada anggota keselamatan kita untuk memburu mereka ini sehingga kelubang cacing. Gerakan besar-besaran yang dilakukan sudah dijalankan dan saya harap tiada satu pun diantara mereka akan terlepas. Penduduk tempatan yang membantu pengganas sulu ini juga harus diburu dan jika mereka sudah menjadi warganegara kita, kenegaraan mereka wajib dilucutkan kerana ianya termaktub di dalam Perlembagaan Persekutuan kita. Di dalam Perlembagaan Persekutuan di bawah Perkara 25(1)(a)(b) yang berbunyi :

Kerajaan Persekutuan boleh melalui perintah melucutkan kewarganegaraan mana-mana orang yang menjadi warganegara melalui pendaftaran di bawah Perkara 16A atau 17 atau menjadi warganegara melalui penaturalisasian jika berpuas hati -

     (a) bahawa  orang itu telah menunjukkan dirinya melalui perbuatan atau  percakapan sebagai tidak taat atau tidak setia kepada Persekutuan;

     (b) bahawa orang itu, dalam masa apa-apa perperangan yang dalamnya Persekutuan sedang atau telah terlibat , telah dengan menyalahi undang-undang berdagang dengan atau menghubungi musuh atau melibatkan diri atau menjadi sekutu dalam apa-apa perniagaan yang pada pengetahuannya telah dijalankan mengikut apa-apa cara sehingga dapat membantu musuh dalam perperangan itu;

Perkara ini juga boleh digunakan untuk melucutkan kewarganegaraan Tian Chua, Anwar Ibrahim, Lim Guan Eng, Nizar Jamaludin yang dulu secara terang-terangan menghina Institusi Raja kita. Mengapa Kementerian Dalam Negeri Tidak bertindak? Adakah mereka telah membuat keputusan melalui jemaah menteri dan mengambil kira kepentingan politik masing-masing? Atau kerana mereka mempunyai pengikut yang ramai dan boleh menimbulkan kekacauan kepada negara untuk jangka masa panjang? Walau apa pun keputusan yang telah diambil, pihak jemaah menteri patut mengammbil kira kehendak majoriti dari kehendak minoriti.

Sebenarnya saya ni bukanlah rasis, saya tidak mengatakan semua keturunan sulu itu jahat. Tetapi saya khuatir jika ada dari pengikut tegar dikalangan mereka yang menghasut keturunan sulu di sabah ini untuk menjadi pengkhianat. Kita ambil contoh seperti Amerika dan Russia. Mereka sering menjalankan operasi risikan diantara mereka. Ada yang dihantar untuk duduk di negara musuh mereka sejak dari kecil dan apabila besar, mereka 'diaktifkan' untuk menjadi perisik dan menyusup masuk ke jabatan kerajaan. Filem yang dibuat oleh barat ini mempunyai asasnya dan tidak boleh dipandang rendah. Begitu juga dengan pendatang yang masuk ke negara kita ini.

Kita tidak boleh memandang remeh dan harus bersetuju yang negara kita ini amat mudah dimasuki. Buktinya ada lebih kurang 2 juta pendatang haram dan sah di negara kita ini yang berdaftar dengan Program 6P. Itu jika mereka berdaftar.....bagaimana dengan mereka yang masih tidak berdaftar? atau bagaimana dengan mereka yang masuk di dalam negara ini secara haram semasa program itu berjalan dan tidak berdaftar?

Niat saya bukanlah untuk mewujudkan rasa tidak senang dan rasa gerun di hati rakyat. Tetapi kita perlu bersedia dengan segala kemungkinan yang bakal terjadi. Kita tidak mahu perkara ini terjadi dan barulah kita mahu mewujudkan itu dan ini. Inilah yang terjadi di Sabah ketika ini, di mana orang awam berketurunan sulu telah ditangkap kerana membantu pengganas sulu tersebut. Nasihat saya pada DS Hishammuddin, janganlah berlembut hati sangat, kelak nanti rakyat akan menggelar anda ini penakut dan bacul.

Kita perlukan satu langkah drastik untuk mengawal keamanan dan kedaulatan negara kita ini. Cadangan saya ialah mewujudkan semula ISA. Saya tidak nampak cara lain yang dapat mengawal keselamatan negara kita ini dari serangan luar dan dalam negara. ISA sahajalah jalan yang terbaik yang mampu menyelesaikan segala masalah keselamatan. Pedulikan apa kata orang lain, ini negara kita dan kedaulatan negara kita wajib di jaga.

Pada hari ini, saya menyeru seluruh anggota keselamatan agar tidak berlembut hati. Teruskan memburu dan jangan simpan tawanan. Mereka ini bukanlah sedara Islam kita kerana Islam tidak akan menyerang negara Islam yang lain. Setelah apa yang kita buat untuk membantu keturunan Sulu di Malaysia, ini yang mereka balas. Bunuh tetap bunuh, nyawa seorang anggota keselamatan kita tidak cukup dengan membunuh 100 orang pengganas sulu. Kita patut memburu mereka sehingga ke Filipina. Selagi mereka ini ada, selagi itu negara kita tidak mustahil akan diserang sekali lagi.

Saturday, March 9, 2013

18SG - Video polis yang dibunuh.

Pada petang semalam, saya dikhabarkan ada gambar dan video yang menunjukkan seorang anggota polis yang telah di tawan dan kemudian di seksa sebelum di bunuh. Anggota polis tersebut ada Michael Padil. Tetapi saya tidak dapat mengesahkan sama ada betul atau tidak video tersebut kerana pada ketika itu saya tidak melihat video itu. Kemudian saya telah di hampiri oleh sumber saya dan beliau telah memberikan saya satu salinan rakaman video tersebut.

Apabila saya melihat rakaman tersebut, darah saya tidak semena-mena menyirap. Marah tak terkata apabila melihat rakaman video tersebut. Tetapi saya masih tidak dapat mengesahkan sama ada itu adalah mendiang ASP Michael Padil atau orang lain. Sumber saya mengatakan yang polis menafikan rakaman itu adalah anggota PDRM kerana ingin mengawal keadaan agar tidak menjadi tegang. Adakah ini benar? Jika benar, saya tidak rasa ianya patut dirahsiakan kepada umum. Jika tidak pun, berilah maklumat sekadar laporan bertulis. Ceritakan yang sebenarnya seperti yang telah dijanjikan oleh PM, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan.

Pada ketika saya menulis ini artikel ini, hati saya amat berbelah bagi sama ada hendak menyebarkan rakaman ini atau tidak. Luluh hati saya apabila melihat rakaman itu berkali-kali. Jika ini yang saya rasa, apakah nanti perasaan keluarga mangsa jika melihat rakaman ini? Niat saya bukanlah untuk memburukkan sesiapa, tetapi saya rasa ianya patut di beritakan kepada awam. Biar mereka tahu siapa pengganas sulu tersebut. Biar orang awam berhati-hati dan berjaga-jaga dengan keadaan di Sabah. Saya juga tidak mempunyai niat untuk menimbulkan kekecohan atau chaos di negara kita amnya dan di Sabah khususnya. Tetapi untuk menimbulkan semangat patriotik kepada umum untuk memberi kesedaran betapa pentingnya tanah air kita ini, untuk memberi kesedaran betapa perlunya setiap seorang dari kita memainkan peranan untuk menjaga keamanan negara. Kita tidak mahukan ini!! Kita mahukan negara kita selamat!! Kami sayang negara kami!! Kami tidak mahu negara kami hancur!! Itu niat saya yang sebenar.


Pada ketika ini sudah 71 orang yang telah di tahan oleh PDRM kerana disyaki adalah pengganas sulu tersebut atau barua yang membantu pengganas sulu. Jika mereka ini adalah barua yang membantu pengganas sulu tersebut, maka betullah jangkaan saya di dalam artikel saya yang lepas mengenai 200 ribu pelarian sulu di Sabah dan lagi 600 ribu lagi pendatang sulu di Sabah yang kesetiaan mereka patut diragui (baca sini). Pemberian taraf penduduk tetap dan taraf warganegara kepada mereka ini patut di kaji balik atau dihentikan terus! Walaupun mereka ini dipisahkan oleh sejarah, tetapi sejarah tidak didik di dalam diri mereka ini. Saya tidak mengatakan semua keturunan sulu di Sabah itu jahat, tetapi ada segelintir dari mereka ini yang jahat dan mereka ini tidak mustahil boleh memberikan pengaruh buruk kepada masyarakat sulu yang lain. Ada yang menyebarkan risalah, ada yang mengugut hendak membunuh mereka jika tidak taat kepada ketua pengganas sultan sulu dan ada juga yang di asuh sejak kecil dan ditanam dengan ideologi taat kepada pengganas sultan sulu tersebut. Semua ini perlu diambil kira dan perlu dilihat dari setiap sudut.

Dahulu negara pernah di gemparkan dengan peristiwa sauk dan juga peristiwa al-maunah. Tidakkah kita mengambil pengajaran dari peristiwa tersebut? Negara kita sentiasa dicemburui oleh pihak luar dan mereka sentiasa menunggu peluang seperti ini. Sekarang, mereka sudah 'orang dalam' di negara kita yang dapat membantu pihak luar ini mengambil kesempatan terhadap negara kita. Orang seperti Anwar Ibrahim dan DAP tidak sepatutnya dibiarkan bersuara, malah tidak sepatutnya dibiarkan hidup di negara kita ini. Tindakan mereka yang sentiasa meminta bantuan pihak luar untuk menjatuhkan kerajaan. Mereka ini sepatutnya diusir dari negara kita yang tercinta ini.

Di dalam facebook dan di dalam blog, terdapat juga penduduk sabah sulu yang terang-terangan menyokong pengganas sulu tersebut. Saya yakin mereka ini akan diburu oleh pihak PDRM. Ada juga khabar angin yang mengatakan seorang anggota polis berketurunan sulu juga sedang ditahan oleh polis kerana disyaki memberi jalan kepada pengganas sulu untuk memasuki Sabah. Jika ini benar, maka sudah terang lagi bersuluh yang mereka yang berketurunan sulu ini perlu di awasi dan di pantau.


BARUA SULU.
Sebelum anda melihat rakaman video tersebut, ingin saya memberi amaran yang rakaman video ini amatlah tidak sesuai untuk tontonan umum. Jika anda lemah semangat, jangan tonton video ini! Jika anda kuat semangat, sila e-mailkan kepada saya di bob.charming@gmail.com untuk meminta rakaman video ini. Tonton dengan sikap tanggungjawab anda sendiri. Saya tidak akan bertanggungjawab terhadap apa yang akan berlaku selepas itu. Saya mengambil keputusan tidak akan meletakkan video tersebut disini atas sebab keselamatan anda sendiri.

Suka saya ingatkan kepada pembaca semua, sentiasalah berdoa dan sentiasalah yakin terhadap anggota PDRM kita. Jangan mengalah dan jangan terima apa juga tawaran yang ditawarkan oleh Sultan Sulu tiruan tersebut. Bunuh mereka semua dan jangan biarkan mereka tinggalkan bumi betuah kita ini. Cari mereka dan jangan biarkan mereka lari dari tanah air kita. Jika boleh, jangan biarkan mereka mati, seksa mereka sehingga mereka merayu untuk dibunuh. Hutang darah dibalas darah! Allahuakbar!! 

ANGGOTA PDRM SEDANG BERKAWAL.


DUA ANGGOTA PDRM SEDANG MENGAWAL KESELAMATAN KAWASAN.


Tuesday, March 5, 2013

Antara Sebab Tentera Sulu Menceroboh Sabah...

Satu lagi nukilan yang menarik untuk di kongsi bersama pembaca.

Antara Sebab Tentera Sulu Menceroboh Sabah...

Lahad Datu, Kesultanan Sulu dan Kedaulatan Negara.

Umum telah mengetahui mengenai kejadian yang telah berlaku semalam. Dua anggota komando polis kita telah terkorban. Al-Fatihah. Tetapi ramai yang kurang mengetahui perkara sebenar kejadian itu melainkan dari laporan pemberita di televisyen dan surat khabar. Satu sumber telah memberitahu saya yang laporan yang dilaporkan pemberita itu betul, tetapi ada beberapa maklumat yang tidak diberikan iaitu, mengapa kita hentikan bekalan makanan kepada mereka, adakah mereka ini akan menerima bantuan dari kesultanan sulu dan adakah mereka akan pergi.

Semasa kejadian tembak menembak itu berlaku, saya telah menerima panggilan dari sumber tersebut yang mengatakan kejadian tembak menembak telah berlaku dan 10 minit kemudian barulah berita tersebut di sebarkan melalui media. Hati saya berasa amat sedih, marah dan bersimpati terhadap keluarga anggota yang terkorban. Tetapi hati saya lagi bertambah marah apabila Cina Komunis DAP kafir laknat - Tian Chua mengatakan yang ianya adalah satu konspirasi terancang UMNO (sini) dan ditambah lagi dengan kenyataan bapak komunis DAP kafir laknat iaitu Lim Kit Siang yang memburukkan kerajaan di dalam twitter beliau, juga artikel dari manusia kafir bodoh Erna Mahyuni di Malaysian Insider yang memburukkan kerajaan Malaysia yang kononnya mereka akan dijemput oleh DS Hishammuddin dan diberikan IC (sini) juga ada sorang lagi manusia kafir bodoh iaitu Mat Zain Ibrahim yang mencari orang yang hendak dipersalahkan dan difitnah di Malaysian Insider (sini). Itu belum lagi ada blogger-blogger hingusan yang baru pegang komputer yang berebut-rebut nak burukkan kerajaan. PAS? Takyah cakap lah, mereka ni pak turut jer....bila disuruh tonggeng, derang tonggeng la.

Pada hari ini, satu operasi ketenteraan telah dijalankan dan kita telah berjaya mengambil alih kembali Kampung Tanduo dari tangan penceroboh. Walaupun operasi belum berakhir, tetapi ini merupakan titik tolak kejayaan pasukan kita di sana. Pada pendapat saya, awal dulu kita tidak mahu menggunakan kekerasan kerana kita tidak mahu membunuh saudara sesama Islam kita di sana. Walaupun mereka yang menceroboh dan menyerang anggota keselamatan kita, tetapi mereka tetap saudara Islam kita. Kini, kita terpaksa menyerang kerana untuk mempertahankan kedaulatan negara kita. Walaupun seluruh dunia memerhatikan kita dan ada diantara mereka menunggu peluang untuk masuk atau mencampuri hal urursan negara kita, kita terpaksa melawan demi kedaulatan dan keselamatan negara kita.

Tun Dr. Mahathir pernah berkata suatu ketika dulu yang mereka ini adalah sebahagian dari kita juga. Cuma mereka ini dipisahkan oleh sejarah. Pada saya, mereka ini lebih layak diberikan taraf warganegara selepas merdeka daripada warga asing yang lain. Negara kita juga masih membayar wang pampasan kepada mereka setiap tahun tapi ia hanyalah pampasan sahaja. Ianya bukan ufti atau bayaran taat setia. (sepatutnya sebagai negara merdeka, kita tidak perlu lagi membayar pampasan tersebut)  Tetapi anasir jahat sentiasa ada di antara kita. Saya tidak mahu menuduh sesiapa, tetapi saya yakin mereka ini telah dihasut oleh segelintir pihak dengan menawarkan wang dan kuasa untuk melakukan pencerobohan terhadap negara kita. Sejak dulu lagi, pelarian MNLF dan suluk telah mendapat perlindungan di negara kita, dan telah diberikan tempat tinggal dan kehidupan yang selesa. Malah usaha kita telah diiktiraf oleh PBB kerana keperihatinan terhadap mereka ini. Disebabkan kuasa dan wang, segelintir dari mereka ini lupa akan usaha dan kebaikkan yang telah kita buat selama ini.

Hal ini juga berkait rapat dengan pelarian MNLF di Sabah yang seramai lebih kurang 200 ribu orang yang kini diletakkan di bawah payung PBB. Ada diantara mereka adalah tentera dari MNLF dan salah seorang dari mereka ialah 'Komander Janggut'. Ketika krisis ini sedang berlaku, dimanakah kesetiaan mereka kepada tangan yang memberikan bantuan dan perlindungan kepada mereka? Adakah askar yang pernah bersumpah taat setia kepada negara asal sanggunp memerangi negara asal mereka? Hal ini tidak tertakluk kepada penduduk Sabah yang berketurunan Sulu yang lahir di Malaysia, kerana mereka mempunyai pengetahuan yang tidak banyak mengenai negara asal mereka dan ada diantara mereka tidak tahu menahu langsung mengenai negara asal mereka. Kesetiaan mereka hanyalah kepada negara kita. Cuma ada beberapa orang sahaja yang dicari oleh pihak polis kerana menyokong penceroboh sulu tersebut.

Sejak selepas merdeka, negara kita telah banyak membuka pintu kepada negara asing untuk tujuan kemajuan negara. Tetapi pada masa yang sama, kita juga telah memafkan dan melupakan apa yang telah terjadi kepada negara kita sebelum merdeka. Kita lupa pada sejarah dan kita lupa pada perjuangan pendekar dahulu yang berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan untuk negara kita. Pada saya, negara kita terlalu banyak memberi dari menerima. Pada saya, negara kita amat terdedah kepada bahaya disebabkan terlalu banyak taraf kewarganegaraan yang diberi kepada warga asing. Untuk apa taraf warganegara itu diberi? Untuk undi? Untuk perikemanusiaan? Kerana mereka layak? Siapa mereka ni? Kita tahukah siapa mereka ini? Apa latar belakang mereka? Perisik? Orang biasa? Adakah kerajaan memikirkan tentang semua itu? Ini adalah soal maruah negara, kedaulatan negara!! mahukah nanti orang melayu menjadi hamba di negara sendiri seperti zaman penjajahan dahulu? Inilah peroalan yang perlu di jawab oleh mereka yang bekerja di bilik berhawa dingin, meja besar, dan mempunyai ramai pembantu. Fikirlah untuk kebaikkan negara dan bukan untuk kebaikkan undi sendiri.

Akhirnya dengan berjalannya operasi pembebasan lahad datu bermula pada pukul 7 pagi tadi, maka terjawablah dan terpeliharalah kedaulatan negara merdeka ini yang telah tercalar sedikit sebulan yang lalu. Ini juga menunjukkan kelemahan yang perlu diperbaiki demi menjaga keselamatan negara kita. Saya tidak mengharapkan penulisan ini dibaca oleh pemimpin-pemimpin tinggi negara dan diambil sebagai pertimbangan. Tetapi secara logik dan realistiknya, sebagai seorang yang mempunyai semangat patriotik, negara merdeka ini perlu dijaga dan dilindungi. Perlembagaan negara perlu di dukung dan di junjung sebagai tunggak asas penubuhan negara. Setiap rakyat perlu sedar asal usul mereka sebelum cuba membuat tuntutan dan kerosakan di negara ini kerana ancaman dari luar dan dalam negara akan sentiasa ada. Bagi pihak pembangkang pula, saya ingin berpesan, JIKA TERBUKTI ADA PENGLIBATAN PEMBANGKANG DALAM HAL PENCEROBOHAN INI, KETAHUILAH YANG ANDA TIDAK AKAN AMAN KERANA SETIAP RAKYAT MALAYSIA YANG CINTAKAN NEGARA INI AKAN MENCARI ANDA SEMUA DAN AKAN MELEBEL ANDA SEMUA SEBAGAI PENGKHIANAT.

Sekian.